
Area
depan rumah jepang
Serambi
Depan atau yang di sebut dalam Bahasa jepang "Genkan"
Di
setiap rumah di Jepang selalu ada serambi depan yang disebut
"Genkan". Serambi depan ini adalah pintu masuk sekaligus menjadi tempat
untuk meletakkan sepatu yang digunakan di luar rumah. Jadi tidak diperkenankan
memasuki ruangan dengan sepatu yang dipakai untuk di luar rumah. Ketika mau
masuk ruangan harus melepas sepatu dan menggantinya dengan selop yang telah
disediakan yang bisa digunakan di dalam rumah atau tanpa alas kaki. Jadi masuk
rumah tanpa sepatu.
Pada perumahan umum di jepang , ketinggian lantai genkan ini hampir sama dengan ruangan-ruangan yang lain, dan ada kalanya lantai ruangan yang merupakan sambungan dari serambi memakai karpet. Genkan yang terdapat di kantor atau perusahaan biasanya dilapisi karpet dan diperbolehkan masuk dengan memakai sepatu. Tetapi lain halnya di rumah tangga biasa, tidak diperbolehkan memakai sepatu. Terutama pada saat berkunjung ke rumah orang lain diharapkan berhati-hati dalam hal ini.

Area
tempat tidur
Tatami
Tatami
adalah alas atau tikar ruangan khas Jepang, terbuat dari jerami yang dijahit
kemudian dilapisi jalinan batang sejenis rumput. Di setiap rumah di Jepang, ada
ruangan berlantai tatami yang disebut "washitsu"(ala Jepang).
Sedangkan ruangan yang dilapisi karpet disebut "youshitsu"(ala
barat).
Pada
ruangan washitsu biasanya dipakai futon(semacam kasur tipis yang bisa dilipat)
yang bisa langsung digelar di atas tatami, bisa diduduki ataupun untuk
berbaring-baring. Yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya tidak memakai alas
kaki seperti selop sebab permukaan tatami lunak sekali sehingga mudah sobek.
Jadi sebelum masuk ruangan bertatami, harus melepas alas kaki.
Futon dan Tempat Tidur (ranjang)
Bangsa-bangsa
di seluruh dunia kebanyakan memakai tempat tidur(ranjang) untuk tidur. Di
Jepang pun akhir-akhir ini banyak yang menggunakan ranjang di ruangan
"youshitsu".
Tetapi
biasanya di ruangan "washitsu" digunakan futon yang digelar untuk
tidur. Jika menggunakan cara ini, maka sebelum tidur harus mengeluarkan futon
dari lemari. yang disebut "oshi ire" dan digelar untuk tidur. Pada
saat bangun tidur, lipat dan rapikan futon, simpanlah ke oshi ire kembali.
Kalau tidak dimasukkan ke dalam. oshi ire kembali akan kelihatan berantakan dan
tidak higienis dan akan dianggap sebagai orang yang pemalas. Disarankan untuk
menjemur futon pada waktu cuaca terang di hari libur.
Selain
itu, dengan menyimpan futon ke dalam oshi ire, ruangan kamar bisa dipakai untuk
bermacam-macam kegiatan yang lain (multifungsi).
Jadi diharapkan para siswa pelatihan juga membiasakan diri dengan kamar ala Jepang "washitsu" dan juga dengan futonnya.
