4_41.png

Perumahan Ala Jepang Show



Area depan rumah jepang

Serambi Depan atau yang di sebut dalam Bahasa jepang  "Genkan"

Di setiap rumah di Jepang selalu ada serambi depan yang disebut "Genkan". Serambi depan ini adalah pintu masuk sekaligus menjadi tempat untuk meletakkan sepatu yang digunakan di luar rumah. Jadi tidak diperkenankan memasuki ruangan dengan sepatu yang dipakai untuk di luar rumah. Ketika mau masuk ruangan harus melepas sepatu dan menggantinya dengan selop yang telah disediakan yang bisa digunakan di dalam rumah atau tanpa alas kaki. Jadi masuk rumah tanpa sepatu.

Pada perumahan umum di jepang , ketinggian lantai genkan ini hampir sama dengan ruangan-ruangan yang lain, dan ada kalanya lantai ruangan yang merupakan sambungan dari serambi memakai karpet. Genkan yang terdapat di kantor atau perusahaan biasanya dilapisi karpet dan diperbolehkan masuk dengan memakai sepatu. Tetapi lain halnya di rumah tangga biasa, tidak diperbolehkan memakai sepatu. Terutama pada saat berkunjung ke rumah orang lain diharapkan berhati-hati dalam hal ini.


Area tempat tidur

Tatami

Tatami adalah alas atau tikar ruangan khas Jepang, terbuat dari jerami yang dijahit kemudian dilapisi jalinan batang sejenis rumput. Di setiap rumah di Jepang, ada ruangan berlantai tatami yang disebut "washitsu"(ala Jepang). Sedangkan ruangan yang dilapisi karpet disebut "youshitsu"(ala barat).

Pada ruangan washitsu biasanya dipakai futon(semacam kasur tipis yang bisa dilipat) yang bisa langsung digelar di atas tatami, bisa diduduki ataupun untuk berbaring-baring. Yang perlu diperhatikan adalah sebaiknya tidak memakai alas kaki seperti selop sebab permukaan tatami lunak sekali sehingga mudah sobek. Jadi sebelum masuk ruangan bertatami, harus melepas alas kaki.

 Futon dan Tempat Tidur (ranjang)

Bangsa-bangsa di seluruh dunia kebanyakan memakai tempat tidur(ranjang) untuk tidur. Di Jepang pun akhir-akhir ini banyak yang menggunakan ranjang di ruangan "youshitsu".

Tetapi biasanya di ruangan "washitsu" digunakan futon yang digelar untuk tidur. Jika menggunakan cara ini, maka sebelum tidur harus mengeluarkan futon dari lemari. yang disebut "oshi ire" dan digelar untuk tidur. Pada saat bangun tidur, lipat dan rapikan futon, simpanlah ke oshi ire kembali. Kalau tidak dimasukkan ke dalam. oshi ire kembali akan kelihatan berantakan dan tidak higienis dan akan dianggap sebagai orang yang pemalas. Disarankan untuk menjemur futon pada waktu cuaca terang di hari libur.

Selain itu, dengan menyimpan futon ke dalam oshi ire, ruangan kamar bisa dipakai untuk bermacam-macam kegiatan yang lain (multifungsi).

Jadi diharapkan para siswa pelatihan juga membiasakan diri dengan kamar ala Jepang "washitsu" dan juga dengan futonnya.